Secara umum, ada 2 sistem perbankan yang ada di Indonesia yaitu sistem perbankan konvensional dan sistem perbankan syariah. Perbedaan keduanya ada pada karakteristiknya. Perbankan syariah biasanya mengedepankan keadilan dalam transksi, lebih mengutamakan persaudaraan serta menghindari kegiatan yang terlalu spekulatif dalam keuangan. Bukan hanya perbankan yang menyediakan sistem syariah, perusahaan keuangan lain juga mengeluarkan produk keuangan yang berbasis syariah yaitu asuransi mobil syariah.

Asuransi mobil syariah menjalankan aktivitasnya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dari MUI. Ya, anda bisa melindungi kendaraan anda dengan mengandalkan prinsip yang sesuai dengan syariat Islam.

Dalam asuransi mobil syariah, dana yang dikumpulkan bersama nasabah lainnya harus dikelola sesuai dengan prinsip syariah yaitu tidak mengandung unsur-unsur perjudian, barang haram dan maksiat.

Intinya, asuransi mobil syariah lebih fokus pada prinsip kerja sama, tolong menolong dan saling melindungi.

Berikut ini beberapa perbedaaan asuransi mobil syariah dengan asuransi mobil konvensional :

1. Dalam hal pengelolaan resiko

Asuransi mobil syariah biasanya sangat mengedepankan prinsip tolong menolong. Prinsip pengelolaan resiko yang ditawarkan oleh asuransi mobil syariah adalah sharing of risk yang berarti bahwa sesama peserta asuransi akan saling menanggung resikonya.

2. Pengelolaan dana

Pengelolaan dana dalam asuransi mobil syariah biasanya lebih transparan. Anda bahkan bisa terhindar dari suku bunga (riba) yang tidak sesuai dengan syariat. Dana asuransi mobil syariah biasanya akan dikelola secara maksimal dengan tujuan menguntungkan para peserta asuransi.

Sedangkan dalam asuransi mobil konvensional, perusahaan asuransi yang akan menetapkan premi dan biaya lainnya seperti biaya administrasi dengan mengharapkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

3. Kepemilikan dana

Kepemilikan dana pada asuransi mobil syariah adalah milik bersama atau milik semua peserta asuransi. Perusahaan asuransi biasanya hanya berperan sebagai pengelola dana. Dengan kata lain, premi yang disetorkan oleh nasabah biasanya merupakan milik nasaba.

Berbeda dengan asuransi mobil konvensional dimana premi yang dibayarkan pelanggan akan menjadi milik perusahaan. Perusahaan asuransi berhak menggunakan dana tersebut selama memenuhi perjanjian.

4. Pembagian keuntungan

Prinsip bagi hasil biasanya diterapkan untuk pembagian keuntungan ketika anda membeli asuransi mobil syariah. Perusahaan asuransi biasanya mengambil sebagian keuntungan untuk biaya operasional. Sisanya akan dibagikan kepada para nasabah.

Sesuai dengan prinsip bagi hasil, maka keuntungan yang didapatkan dari perusahaan asuransi biasanya akan dibagi antara perusahaan dan peserta asuransi.

Sistem pembagian ini yang membuat asuransi mobil syariah lebih unggul. Pembagian keuntungan ini biasanya akan dibagikan dalam bentuk potongan premi. Ada juga yang langsung dibagikan dalam bentuk uang tunai.

Sebelum anda memilih asuransi mobil syariah, jangan lupa menanyakan sistem pembagian keuntungannya kepad aperusahan.

5. Pengawasan

Pengawas asuransi mobil syariah adalah Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang dibentuk oleh MUI. DPS ini akan ditempatkan dalam setiap perusahaan berbasis syariah dan perusahaan asuransi. Tugasnya adalah mengawasi operasional perusahaan agar sesuai dan taat terhadap prinsip syariah.

Sedangkan pada perusahaan syariah konvensional, pengawasan biasanya akan dilakukan oleh manajemen perusahaan dan tidak diketahui pihak luar.