Sebagian besar pemilik motor biasanya lega jika sudah punya asuransi untuk motornya. Pemilik motor tidak harus stres memikirkan biaya perbaikan motor jika motor rusak. Padahal, perusahaan asuransi tidak selalu meloloskan klaim pemilik khususnya jika motor tersebut tidak memenuhi syarat dan ketentuan.

Pemilik sebaiknya mengetahui beberapa penyebab mengapa klaim asuransi motor selalu ditolak.

Berikut ini penjelasannya.

Pertama, dokumen yang dibutuhkan tidak lengkap

Sebelum mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi, sebaiknya persiapkan semua dokumen yang dibutuhkan seperti SIM, STNK dan formulir untuk mengajukan klaim. Jika motor mengalami kerusakan berat maka sebaiknya lengkapilah dengan surat keterangan dari polisi. Jika dokumen-dokumen tersebut tidak lengkap maka perusahaan biasanya akan menolak klaim yang diajukan.

Kedua, melanggar peraturan lalu lintas dan menyetir dalam kondisi mabuk

Perusahaan asuransi tentu akan menolak pengajuan klaim jika penyebab kecelakaan adalah karena melanggar peraturan lalu lintas. Pengajuan klaim akan ditolak karena ini bisa dianggap sebagai salah satu kelalaian pengemudi ketika dia berkendara. Selain melanggar aturan lalu lintas, perusahaan juga akan menolak klaim jika penyebab kecelakaan adalah karena pengendara mabuk berat.

Perusahaan asuransi berhak menolak klaim tersebut. Di samping itu, perusahaan asuranju juga akan menolak klaim akibat penggunaan obat-obatan terlarang. Jadi, anda jangan berharap bisa mendapatkan biaya pertanggungan jika yang menjadi penyebab adalah diri anda sendiri.

Ketiga, fungsi motor berubah dari perjanjian awal

Motor yang fungsinya berubah dari perjanjian di awal pendaftaran juga menjadi penyebab perusahaan asuransi menolak klaim. Misalnya, motor yang pada awal perjanjian disebut menjadi kendaraan pribadi kemudian berubah fungsi menjadi ojek maka jika ada kecelakaan sudah bukan menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi.

Lain halnya jika pengguna sudah menginformasikan fungsi motor sejak awal maka sebagian biaya bisa ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Keempat, nama yang tercantum pada polis berbeda

Klaim bisa diterima jika informasi data diri pemilik kendaraan sesuai dengan yang ada pada polis. Jika berbeda, maka perusahaan asuransi akan langsung menolak pengajuan klaim.

Pastikan bahwa data diri anda sudah sesuai dengan kartu identitas sebelum pihak asuransi resmi membuat asuransi motor. Jika ada perbaikan setelah polis selesai dibuat maka perusahaan asuransi tidak akan bertanggung jawab.

Kelima, masa berlaku polis sudah habis

Usahakan supaya masa berlaku polis tidak ada tenggang waktu sehingga bisa mengajukan klaim kapan saja jika motor rusak. Karena beberapa perusahaan asuransi biasanya memberlakukan masa tenggang pada awal-awal pembuatan polis asuransi. Selain itu, pastikan bahwa pengajuan klaim tidak melebihi batas waktu yang telah ditentukan. Jika sudah melewati tanggal maka klaim akan otomatis ditolak.

Keenam, lakukan modifikasi kendaraan

Berbagai jenis modifikasi pada kendaraan tentu akan menggagalkan proses klaim karena sebagian modifikasi justru bisa merusak beberapa komponen pada motor sehingga ini tidak diizinkan oleh perusahaan asuransi. Jika ingin melakukan modifikasi maka sebaiknya lakukan konsultasi dulu pada pihak asuransi.